Posted by: suwarnae | March 1, 2009

Anak2 ku

Alhmdllh anak2 ku sudah besar,adam sebentar lg 3thn.ummi sayang adam,bilqis&abi.Alhmdllh adam sayang sama bilqis.Bilqis pekan kemarin sudah bisa tengkurap sendiri,adam semakin hr semakin pandai merangkai kata2&berargumentasi.tapi sekarang adam msh suka gigit jari,engk cuman gigit jari tangan tp jari kaki juga.

maaf’in ummi ya kaka adam,kadang2 klo adam mulai sangat kreatif ummi suka berbicara keras.tp ummi sayang kaka,beneran deh.

by.ummi

Advertisements
Posted by: suwarnae | March 1, 2009

mujahid cilik..

@room

ayo..ayo..semangat..semangat..kemenangan sudah dekat.!

Posted by: suwarnae | March 1, 2009

my flower..

my flower..

bilqis bunga suwarna, bunga ku yang cantik..

Posted by: suwarnae | November 1, 2008

pabrik, lagi.

mesin-mesin giling ini diproduksi di cianjur. 100% hasil karya anak bangsa. Dengan menggunakan mesin mesin ini karet akan diproduksi di pabrik kami dan akan diexport melanglang buana keseluruh dunia.

Posted by: suwarnae | September 11, 2008

pabrik karet compo

pabrik pengolahan karet milik group kami akan segera beroperasi di sukabumi lepas lebaran nanti. ini adalah photo salah satu mesin yang sdh siap dipasang di pabrik dan akan segera mulai beroperasi. running test nya sukses. rencana kapasitas terpasang ditahap awal adalah 30 ton per hari. pabrik ini akan memproduksi karet compo dgn target market 100% export.

Posted by: suwarnae | August 27, 2008

bersepeda santai..

bersepeda santai di pantai anyer. ummi nya adam sedang sibuk masak di villa..hehe.

Posted by: suwarnae | August 17, 2008

di kebun

Pohon karet, maha karya Sang Pencipta alam semesta yang dianugerahkan untuk ummat manusia.

Posted by: suwarnae | August 17, 2008

bibit karet

bibit karet klon unggul dari malaysia. target perusahaan akan menanam karet di areal kebun seluas minimal 5.000 Hektar. masih ditahap realisasi.

Posted by: suwarnae | August 11, 2008

Surat dari Ayah..

Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang ayah.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.

Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Allah, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: “TIDAK”, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.

Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Allah. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Allah.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Allah. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu.

Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Allah. Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Allah.Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Allah tak kenal letih dan berhenti Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap,aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah.Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.

-unknown-

Posted by: suwarnae | July 21, 2008

tele bisnis..

pa, kami akan segera kirim barangnya tapi tolong segera kirim uangnya. tidak peduli dimanapun dan kapanpun..untung ada ATM, i-banking dan m-banking..

Older Posts »

Categories